facebookgoogle plustwitteryoutube

 Bukti-bukti kenabian Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam-
1816

1. Beliau mengajak untuk beribadah hanya kepada Allah Ta’ala semata dan meninggalkan segala sesuatu selain-Nya, sesuai dengan seruan seluruh nabi-nabi. Siapa yang membandingkan antara apa yang dibawa nabi Musa dan nabi Isa dengan apa yang dibawa nabi Muhammad berupa akidah benar dan syariat yang bijak serta ilmu yang bermanfaat maka ia dapati semuanya bersumber dari tempat yang sama, yaitu sumber kenabian.

2. Beliau memiliki mukjizat yang tidak dimiliki kecuali para nabi Allah, sudah menjadi sunnatullah bahwa para nabi terdahulu memiliki mukjizat yang luar biasa untuk menjadi bukti kebenarannya dan sarana untuk menegakan hujjah terhadap kaumnya. Mukjizat setiap nabi sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh kaumnya yang ia diutus kepadanya. Mukjizat nabi Musa sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh mayoritas kaumnya, yaitu sihir, maka Allah mengalahkan sihir mereka dengan mukjizat yang diberikan kepadanya dan mereka tidak mampu menandinginya padahal mereka telah memiliki keahlian dan pengalaman dalam beragam sihir. Kaum nabi Isa ahli dalam ilmu kedokteran dan pengobatan, maka Allah menyembuhkan melalui perantaranya penyakit yang sulit mereka obati, hingga Allah menghidupkan orang mati melalui tangannya dan itu adalah mukjizat yang dapat diindera, sebagaimana juga ia terbatas dengan waktu dan tempat, tidak memiliki sifat universal dan abadi, nabi Muhammad juga memiliki mukjizat seperti

itu, diantaranya: mengalirnya air dari jari jemarinya, makanan sedikit menjadi banyak sehingga seluruh sahabat-sahabat beliau yang bersamanya mendapatkan bagian, bahkan masih bersisa, demikian juga membuat air semakin banyak sehingga pasukan yang bersamanya dapat minum dan berwudhu darinya, sebatang kayu yang biasa beliau gunakan ketika berkhutbah merintih ketika beliau meninggalkannya lalu menggunakan mimbar, batu yang mengucapkan salam kepadanya ketika masih di mekkah, pohon yang bergerak mendekati beliau, batu yang bertasbih di tangannya, menyembuhkan orang sakit dan banyak lagi.

Diantara mukjizat itu yang dicatat oleh Al Qur’an adalah mukjizat isra’ dan mi’raj, ketika beliau isra’ (berjalan di waktu malam) dari Masjidil haram ke Masjid al Aqsha kemuidan beliau diangkat dari Masjid al Aqsha sampai melewati tujuh langit. Allah Ta’ala berfirman: {Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui}
[QS. Al Isra’:1]

Demikian juga mukjizat terbelahnya bulan, Allah Ta’ala berfirman: {Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan} [QS. Al Qamar:1]

Hanya orang menyangkal yang mengingkarinya

5_4.jpg

Hans Küng
Teolog asal Swiss
Muhammad adalah benar-benar seorang Nabi, kita sama sekali tidak dapat pungkiri bahwa Muhammad adalah pembimbing dan pemimpin ke jalan selamat.

Firman Allah5_6.jpg

Deborah Potter
Wartawan Amerika
Ketika aku tuntas membaca Al Qur’an Al Karim, aku diliputi perasaan bahwa inilah kebenaran yang mencakup jawaban yang memuaskan seputar permasalahan makhluk dan lainnya, ia memaparkan peristiwa dengan cara yang logis dimana kita dapati dalam buku-buku agama lain saling kontradiktif. Adapun Al Qur’an, ia berbicara tentangnya dalam susunan yang indah dan retorika yang jelas, tidak membuka peluang bagi keraguan bahwa ini adalah kenyataan, dan ucapan ini pasti dari sisi Allah

Jauh berbeda

5_7.jpg

Nasri Salhab
Sastrawan asal Lebanon
Tidak ada agama seperti Islam yang memuliakan para nabi dan rasul yang mendahului nabi arab ini, ia mengharuskan kepada orang-orang beriman untuk memuliakan mereka dan beriman kepadanya, tidak ada agama seperti Islam yang menghormati agama-agama lain yang diturunkan dan memiliki wahyu yang mendahuluinya turun dan mendapat wahyu

Orang-orang musyrik meminta kepada beliau memperlihatkan mukjizat nyata yang membuktikan kebenarannya, secara khusus mereka meminta agar ia membelah bulan dan mereka berjanji jika ia mampu melakukannya maka mereka beriman, waktu itu bulan purnama disaat bulan tampak sempurna dan jelas, lalu rasulullah memohon kepada Tuhannya untuk memberikannya apa yang mereka minta, maka seketika bulan terbelah, sepotong di atas bukit Shafa dan sepotong lagi di atas bukit Qaiqa’an yang berhadapan dengannya. Namun ketika itu terjadi orang-orang musyrik dari Qurays tidak mempercayainya dan mereka menyangka itu hanyalah sihir. Demikianlah kebiasaan orang-orang yang berpaling dari agama Allah ketika kebenaran meruntuhkan kekuasaannya dan meredupkan cahaya kesesatannya, di saat itu mereka tidak segan untuk mebuat tipu daya terhadapnya dan menentangnya, baik dengan tuduhan-tuduhan atau memutar balik fakta, mereka meyangka dengan sikap itu dapat menghentikannya. Allah Ta’ala berfirman: {Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya} [QS. Al Qamar:2-3]

3. Al Qur’an. Ia adalah mukjizat terbesar dan yang paling awet sepanjang sejarah dan pergantian waktu. Ia adalah mukjizat yang bersifat maknawi (tidak terindera) dan ilmiah, salah satu diantara tanda kenabian, karena ia adalah kitab yang memiliki sastra paling tinggi, Allah telah menurunkannya kepada seorang yang buta huruf, tidak dapat membaca dan menulis, Ia menantang ahli-ahli sastra untuk mendatangkan yang semisalnya atau yang semisal dengan satu surah darinya, hanya orang angkuh yang mengingkari mukjizat ini, mukjizatnya tertuang dalam kefasihan, sastra, susunan dan gaya bahasanya, demikian juga kandungannya berupa berita tentang kejadian masa lalu dan yang akan datang, ditambah lagi dengan aturan hukum yang baku yang terdapat di dalamnya, adab-adab mulia, petunjuk, cahaya dan berkah.

Sebagaimana mukjizat ilmiah yang ditemukan hari ini terdapat kesesuaian antara informasi dari wahyu dengan fakta-fakta ilmiah dalam alam semesta, dimana hal itu belum diketahui sebelumnya. Ini adalah bukti yang sangat jelas tentang benarnya kenabian nabi kita Muhammad. Sebagaimana ilmu moderen baru menemukan tahapan pertumbuhan janin dalam rahim dan adanya dinding pemisah antara air tawar dan air asin di laut, dan sebagainya. Dan bukti nyata bahwa ia bersumber dari Allah adalah kelestariannya terjaga sejak empat belas abad lalu dari perubahan, penyelewengan, tidak diubah dan tidak juga diganti dan orang yang membacanya tidak pernah bosan walaupun dibaca berulang kali. Allah Ta’ala berfirman: {Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya}
[QS. Al Hijr:9]

Dan dengan Al Qur’an akidah terjaga dan mencakup syariat yang paling sempurna serta dilaksanakan oleh ummat terbaik. Dengan demikian jelas bagi kita bahwa mukjizat nabi Muhammad melebihi mukjizat-mukjizat saudara-saudaranya dari kalangan nabi dengan keagungannya dan universal serta kekal. Tantangan bagi seluruh manusia masih terus berlanjut untuk membuat seperti Al Qur’an dan mereka tidak akan pernah mampu melakukannya sampai hari kiamat. Allah Ta’ala: {Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”}[QS. Al Isra’:88]

4. Beliau memberitakan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di dunia dan negeri-negerinya di masa depan, dan peristiwa itu terjadi sebagaimana yang beliau kabarkan, seperti penaklukan negeri Syam, Iraq dan Konstantinopel, sebagaimana juga beliau mengabarkan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa umat-umat terdahulu besama dengan para nabi dan rasul, seperti nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Musa dan nabi Isa.

Dengan bahasa arab yang jelas

5_8.jpg

Regis Blachere
Orientalis asal Perancis
Ayat-ayat yang disebut ulang oleh sang rasul, Muhammad, dalam surat-surat mulia ini meninggalkan jauh di belakang ucapan-ucapan orang-orang fasih dari manusia, sebagaimana juga dapat disebutkan melalui nash-nash buatan yang sampai kepada kita

Al Qur’an dan ilmu pengetahuan saling menguatkan

5_9.jpg

Maurice Bucaille
Ilmuan dan dokter asal Perancis
Aku telah melakukan penelitian terhadap al Qur’an, dan hal itu tanpa ada paham yang mendahuluinya dan dengan penuh obyektif, dengan mencari tingkat kesamaan antara isi Al Qur’an dengan data ilmu pengetahuan moderen, akhirnya aku dapati bahwa ia tidak mengandung satu pernyataan pun yang dapat dikritisi menurut pandangan ilmu pengetahuan pada masa moderen ini

Diantara peristiwa-peristiwa itu adalah peristiwa ketika Persia mengalahkan Romawi, Allah Ta’ala mengabarkan bahwa beberapa tahun kemudian Romawi akan mengalahkan Persia. Allah berfirman: {Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai} [QS. Ar Rum:1-7]

Dan ini menjadi kenyataan sebagaimana Allah Ta’ala kabarkan.

5. Para nabi telah mengabarkan tentang kedatangannya berabad-abad sebelum beliau dilahirkan, mereka menjelaskan tentang kenabiannya, tempat tinggalnya, ketundukan manusia dan raja-raja kepadanya dan umatnya dan mereka juga menyebutkan tentang penyebaran agamanya.

6. Beliau adalah penutup para nabi, seandainya beliau tidak diutus sebagai nabi maka kenabian para nabi sebelumnya yang telah mengabarkan tentang kenabiannya batal.

7. Sebagian ahlul kitab yang hidup pada saat beliau diutus sebagai nabi dan tidak ekstrim, mengakui kebenaran Rasulullah dan bahwa berita tentangnya terdapat dalam taurat dan injil, seperti pendeta Buhaira, Waraqah bin Naufal, Salman al Farisi, Abdullah bin Salam dan Zaid bin Sa’nah.

8. Kemenangannya terhadap kaum yang memeranginya adalah salah satu diantara bukti kenabiannya, karena mustahil ada orang yang mengaku sebagai Rasul dari Allah –lalu ia dusta- kemudian Allah menolongnya, menjadinya berkuasa, mengalahkan musuh-musuhnya, ajarannya tersebar dan banyak pengikutnya, sungguh hal ini tidak tercapai kecuali di tangan seorang nabi yang jujur.

9. Kepribadian beliau dalam ibadah, kesucian, kejujuran, riwayat hidup, sunnah-sunnah, syariat dan akhlak mulianya. Tuhannya telah mendidiknya dengan baik {Dan sungguh engkau memiliki akhlak yang sangat mulia}[QS. Al Qalam:4]

Hal yang demikian tidak terkumpul kecuali pada seorang yang benar-benar nabi.

10. Berita yang telah tersebar luas tentang kenabian Muhammad dan mukjizatnya. Siapa yang memperhatikan kondisi para nabi dan mempelajari sejarahnya maka ia akan tahu pasti bahwa tidak ada satu jalan yang dengannya diketahui kenabian seorang nabi kecuali dengan jalan itu juga diketahui kenabian nabi Muhammad. Jika engkau memperhatikan bagaimana kenabian nabi Musa dan nabi Isa disebarkan maka engkau akan tahu bahwa berita kenabiannya tersebar secara luas dan berita tentang kenabian nabi Muhammad lebih tersebar luas dan valid serta waktunya masih lebih dekat, demikian juga halnya dengan berita yang tersebar tentang mukjizat- mukjizatnya, dan pada mukjizat nabi Muhammad lebih dari itu, karena mukjizatnya lebih banyak dan mukjizat terbesarnya adalah Al Qur’an yang terus tersebar secara luas, baik bacaan maupun tulisannya.

11. Kebutahurufan nabi Muhammad termasuk mukjizatnya. Allah Ta’ala telah mengutus nabi-Nya, Muhammad, dalam kondisi buta huruf, tidak dapat membaca dan menulis. Ini adalah bukti yang sangat kuat tentang kenabiannya dimana Al Qur’an diwahyukan oleh Allah kepada beliau yang buta huruf, apalagi beliau hidup lama bersama kaumnya. Seandainya ia dapat membaca dan menulis maka orang-orang musyrik akan menuduh bahwa apa yang dibawanya adalah hasil karyanya dan buah pikirannya. Allah Ta’ala berfirman: {Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Al Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al Quran); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tiadalah yang mengingkari ayat - ayat kami selain orang-orang kafir. Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)}[QS. Al Ankabut:47-48]

Ia adalah firman Allah

5_10.jpg

F. Montague
Pemikir dan pelancong asal Perancis
Sedikitpun aku tidak ragu terhadap ajaran Muhammad, aku yakin bahwa ia adalah penutup para nabi dan rasul, dan ia diutus untuk seluruh manusia, dan ajarannya datang untuk menutup wahyu yang turun pada kitab taurat dan injil, dan bukti terbaik tentang itu adalah Al Qur’an sebagai mukjizat, aku menolak pikiran-pikiran dunia barat yang dengki terhadap Islam dan umat Islam, kecuali satu pikiran saja, yaitu pernyataan bahwa Al Qur’an bukan buatan Muhammad sebagaimana injil bukan buatan Matta

Kehendak Allah!!

5_11.jpg

Aldo Miela
Orientalis Perancis
Pada masa puncak kemunduran negeri-negeri yang pernah terjadi, terhitung sebagai bagian dari kekaisaran Diokletianus kuno, tiba-tiba di tengah-tengah padang pasir arab bangkit musuh yang mengejar kekaisaran tua yang tertatih-tatih itu, sebagaimana ia musuh bebuyutan bagi kerajaan-kerajaan baru yang muncul di barat, dan permusuhan ini semakin kuat dalam pandangan mata, sebagimana perhatian Allah yang terus-menerus itulah yang menggiring pasukan-pasukan-Nya yang ikhlas ke medan jihad dan kemenangan yang nyata hingga berlanjut penaklukan Suriah dan Mesir dalam waktu dekat runtuh kekaisaran Sassaniyah, sehingga sahabat-sahabat Konstantinus terancam tertimpa nasib yang serupa

Sebagiamana juga ini menegaskan bahwa apa yang dibawa oleh Rasulullah berasal dari Allah Ta’ala, bukan dari dirinya. Allah Ta’ala berfirman: {Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar- benar dalam kesesatan yang nyata} [QS. Al Jumu’ah:2]

Disebutkannya bahwa Rasulullah yang buta huruf membacakan ayat-ayat Allah -yaitu wahyu-Nya- kepada orang-orang buta huruf, mensucikan dan mengajarkan kepadanya Al Qur’an sebagaimana para rasul terdahulu mengajarkan umatnya kitab suci melalui tulisan, mengajarkan mereka ilmu sebagaimana para rasul terdahulu mengajarkan umatnya, pada seluruh hal tersebut terdapat mukjizat buta huruf pada Rasulullah, walaupun ia buta huruf tapi beliau mampu memberikan umatnya segala manfaat yang telah diberikan oleh para rasul yang tidak buta huruf kepada umatnya tanpa kurang sedikitpun. Keberadaannya sebagai orang yang buta huruf agar menjadi mukjizat yang lebih baik baginya dibandingkan dengan yang didapatkan oleh para rasul yang tidak buta huruf, seperti nabi Musa -alaihis salam.

Akhlak nabi

5_12.jpg

Thomas Carlyle
Penulis dan sejarawan asal Scotlandia
Aku kagum terhadap Muhammad, karena pribadinya yang terbebas dari pendapat luar dan kesemuan, anak gurun ini adalah seorang yang memiliki pendapat yang independen, mengandalkan diri sendiri, tidak mengklaim sesuatu yang tidak ada padanya, tidak sombong namun tidak hina, ia berdiri dengan pakaian sederhananya sebagaimana Allah ciptakannya dan kehendaki, ia berbicara dengan ucapanya yang bebas dan jelas kepada kaisar-kaisar Romawi dan Persia, membimbingnya kepada apa yang harus dilakukan dalam kehidupan dunia dan akhirat, ia tahu nilai dirinya, ia adalah orang yang melaju dengan tekadnya, tidak menunda pekerjaan hari ini ke esok hari