facebookgoogle plustwitteryoutube

6138

Oleh: Ustadz Shahih Alhasan Lc

Khutbah Pertama

الحَمْدُ لله الَّذِي أعْطَى الذَّاكِرِيْنَ مَا لَمْ يُعْطَ أحَدًا مِنْ العَالَمِيْنَ، وَرَفَعَ لَهُمْ الْمَنَازِلَ العَالِيَةَ، وَجَعَلَهُمْ صَفْوَةَ الْمُؤمِنِيْنَ، وَأشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ هُوَ وَلاَ ضِدَّ وَلاَ معِيْن، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أفْضَلُ الذَّاكِرِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَأتْبَاعِهِمْ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

وَ بَعْدُ: أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي المقَصِّرَة بِتَقْوَي الله: قَالَ عَزَّ وَجَلَّ: :( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا 70 يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ) [الأحزاب:70- 71]

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Alhamdulillah segala puji senantiasa kita haturkan kehadirat Illahi Robbi yang telah menganugerahkan berbagai kenikmatan kepada kita semua, melimpahkan kenikmatan iman dan kesehatan serta kesempatan sehingga kita bisa menunaikan ibadah Jum’at yang insyaAllah dan semoga diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada junjungan Nabi agung Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam serta keluarga dan para sahabatnya.

Di samping itu mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , sebab hanya dengan takwalah kita akan dapat meraih rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala baik di dunia ataupun di akhirat kelak.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim di manapun dan kapanpun dia berada adalah dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا )[الأحزاب: 41]

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (Al-Ahzab: 41). Dalam firman Allah lainnya, dikatakan:

(وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ )[الأعراف: 205]

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 205)

Berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus dilakukan setiap saat baik dengan lisan ataupun dengan hatinya. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha menuturkan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِه

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengingat Tuhannya di setiap saat.” (HR. Muslim, 558 dalam Shahih-nya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan apapun. di waktu siang atau malam, pagi atau sore, ketika berpergian atau di rumah, ketika berdiri atau duduk bahkan tidur, ketika masuk atau keluar, ketika naik ataupun turun dari kendaraan, apapun dan di manapun beliau senantiasa berdzikir serta berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Abdullah bin Bisrin radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa seseorang berkata,

أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

“Wahai Rasulullah sungguh syariat Islam telah banyak atasku, maka beritahukanlah padaku sesuatu yang dapat saya lakukan terus menerus, lalu beliau bersabda, ”Buatlah mulutmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Tirmidzi No. 3297, 3/139, Ibnu Majah No. 3783, 2/317, dalam Shahih-nya)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Lantas kenapa kita harus senantiasa berdzikir? apa yang akan kita dapatkan dari berdzikir? Segala macam dzikir dan doa yang dibaca oleh seorang Muslim dan Muslimah dalam berbagai macam keadaan dan aktivitas, pasti akan memberikan efek positif, Di antaranya:

Dzikrullah akan menenangkan jiwa dan membuat hati menjadi lembut serta mengundang rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,

(الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ)[الرعد: 28]

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28). Abu Sa’id Al-Khudriy dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa beliau berdua menyaksikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda,

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidak ada suatu kaum yang duduk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan para malaikat akan menaungi mereka dan meliputkan rahmat pada mereka, menurunkan ketenangan pada diri mereka, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyebut-nyebut mereka pada siapapun yang ada di sisiNya.” (HR. Muslim,4868 dalam Shahih-nya, Tirmidzi 1853; Abu Daud, 1243; Ibnu Majah 221; dan Ahmad, 7118)

Dzikir akan membuat hidup terasa lebih hidup alias lebih bermanfaat dan bermakna. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berdzikir pada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir pada-Nya, adalah bagaikan orang yang hidup dan mati.” (HR. Bukhari No. 5928, Muslim No. 1299 dalam Shahih-nya)

Dzikir akan membuat seorang Muslim lebih dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي

“Aku (akan lakukan) sesuai dengan prasangka hambaKu padaKu, dan Aku senantiasa bersamanya manakala dia menyebutKu….” (HR. Bukhari No. 6856 dalam Shahih-nya, dan Muslim No. 4832, Tirmidzi No.2310 dalam Sunan-nya, Ibnu Majah No. 3812, Ahmad No. 7115) Sementara itu Allah firmankan dalam ayat-Nya

(فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ )[البقرة: 152]

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Baqarah: 152)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyediakan ampun serta pahala besar bagi orang yang selalu berdzikir, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam ayat-Nya:

(وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا )[الأحزاب: 35]

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzaab: 35). Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Maksudnya adalah orang-orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap habis shalat, dan di waktu pagi atau sore, dan ketika tidur atau bangun, serta ketika pergi ataupun pulang ke rumah.”

Dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuat akal sehat kita berfungsi dengan baik, sebab di antara sifat orang yang berakal adalah senantiasa berdzikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala kapanpun dan di manapun berada, Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan dalam ayat-Nya,

(الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ )[آل عمران:١٩١]

“Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring.” (Ali Imran: 191)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Itulah manfaat serta keutamaan dzikrullah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu berdzikir kepada-Nya, dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan karuniaNya kepada kita semua. Lantas bagaimana caranya? Sesuai dengan istilahnya “dzikrullah”, yaitu mengingat Allah, maka kita bisa berdzikir dengan mengucapkan berbagai kalimat thoyiibat, baik itu dengan lisan ataupn dengan hati. “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raaf 205)

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَضْلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

“Dzikir yang paling utama adalah laa ilaaha illa-llah.” (HR. Tirmidzi 3305, 5/462, hadits hasan, Ibnu Majah 3790, 2/1249, Hakim 1/503, dan Adz Dzahabi bersepakat tentang keshahihannya, Shahih Al-Jami’ 1/362)

لَأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Saya berdzikir, Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illalah, wallahu akbar, lebih saya cintai daripada terbitnya matahari.” (HR. Muslim No. 4861 dalam Shahih-nya)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Diriwayatkan dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu dikatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang amal yang terbaik, yang paling suci di sisi Penguasa kalian (Allah Subhanahu wa Ta’ala) , serta akan membuat kalian mencapai derajat tertinggi, dan lebih baik daripada bersedekah emas atau perak, lebih baik daripada kalian bertemu dengan musuh kalian lalu kalian dapat memukul leher mereka?! mereka semua menjawab, baiklah apa itu?! beliau bersabda, yaitu dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Ibnu Majah No. 3780, Tirmidzi No. 3299 dalam Sunan-nya. Al-Hakim (Abu Abdullah) berkomentar dalam Al-Mustadrak, hadits ini shahih. Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib, Al-Bani No. 1497)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberi kekuatan kepada kita semua untuk selalu ingat dan berdzikir kepada-Nya di manapun dan kapanpun kita berada. Amin

عِبَادُ اللَّهِ! (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا )[الأحزاب: 56]

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَارْضَ عَن الخُلَفَاءِ الأرْبَعَة أبُوبَكْر وَ عُمَر وَ عُثمَانَ وَ عَلِي وَ عَنْ التَّابِعِيْن وَ تاَبِعِ التَّابِعِيْن وَمَنْ تَبِعَهُم بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدَّيْنِ وَ ارْحَمْنَا مَعَهُمْ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات .

رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلإخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإيْماَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ )[آل عمران: 8]

رَبنَّاَ ظَلَمْناَ أنْفُسَناَ وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَناَ وَتَرْحَمْناَ لَنَكُوْنَنَّ مِنْ الخَاسِرِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

(ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ) [البقرة:٢٠١]

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.