facebookgoogle plustwitteryoutube

6782

Oleh: Ustadz Arif Fauzi

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ) [آل عمران: 102]

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ) [ النساء: 1]

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا 70 يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 71) )[الأحزاب:70- 71]

أَلافَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اللهم فَصَلِّ وَسَلِّم علَىَ هَذَا النَّبِي الكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَن تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang menciptakan dan memilih sesuatu dengan kehendak-Nya. Dia telah menciptakan beberapa langit dan memilih darinya langit ke tujuh, menciptakan beberapa surga, dan memilih darinya surga firdaus, menciptakan para malaikat dan memilih di antara mereka Jibril, Mikail, dan Israfil ‘alaihimussalam. Dia menciptakan manusia dan memilih di antara mereka orang-orang mukmin, Dia memilih di antara orang-orang mukmin para Nabi, dan memilih di antara para Nabi para Rasul-Nya, dan memilih di antara para Rasul-Nya yaitu Rasul ulul azmi, dan memilih di antara ulul azmi dua hamba kekasih-Nya, dan memilih di antara dua hamba kekasih-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dia menciptakan bumi dan memilih Kota Makkah, Dia menciptakan bulan-bulan dan memilih di antara bulannya, bulan Ramadhan, dan Ia memilih dari harinya, hari Jum’at, dan dari malamnya adalah lailatul qadar, dan dari waktu-waktunya adalah sesaat pada hari Jum’at, dan dari sepuluhnya, sepuluh hari bulan Dzullhijjah.

Seorang Muslim, senantiasa hidup penuh berkah dalam perbuatan dan waktunya. Keberkahan terbesar dalam tindakannya adalah ketaatan, karena membawa keberkahan baginya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (Al-An’am: 160)

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian beliau menjelaskan hal tersebut. Barangsiapa bertekad melakukan kebaikan dan ia belum mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan baginya satu kebaikan yang sempurna. dan barangsiapa meniatkan kebaikan, kemudian mengamalkannya, maka Allah akan menetapkan baginya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, hingga tak terbatas. Barangsiapa bertekad melakukan kejahatan, namun belum melakukannya, maka Allah menuliskan baginya satu kebaikan yang sempurna, dan barangsiapa bertekad melakukan satu keburukan kemudian mengerjakannya maka Allah akan menetapkan baginya satu keburukan. Tidaklah seseorang itu dibinasakan oleh Allah melainkan ia benar benar binasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, shalat itu ada lima secara amalan, namun ia berjumlah lima puluh dari sisi pahala dan ganjarannya. Demikian juga dengan puasa Ramadhan, ia dihitung dengan pahala puasa selama sepuluh bulan. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Puasa Ramadhan dihitung dengan puasa sepuluh bulan, dan puasa enam hari pada bulan Syawwal diganjar dengan pahala puasa selama dua bulan.” (HR. Ibnu Khuzamah dan Nasa’i dari Tsauban maula Rasulullah)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jalur Khuraim bin Fatik Al-Asadi Radhiyallahu Anhu, “Dan sedekah itu dibalas dengan tujuh ratus kali lipat kebaikan.” Juga hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلا الْجَنَّةَ

“Dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (Muttafaq ‘alaihi)

Ketahuilah, haji akan membersihkan dosa-dosa, seperti halnya shalat yang mampu membersihkan dosa. Dalam hadits, “Perumpamaan shalat lima waktu itu seperti sungai yang mengalir deras di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian, kemudian ia mandi di dalamnya sebanyak lima kali dalam sehari semalam, maka masihkah tersisa kotoran dalam tubuhnya?” (HR. Imam Malik dari jalur Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu Anhu)

Waktu yang paling besar keberkahannya adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Karena ia memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah. Hal ini menunjukkan akan kecintaan dan pengagungan-Nya terhadap Bulan Dzulhijjah. Kemuliaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah Allah telah bersumpah dengannya, “Dan (demi) malam yang sepuluh” (Al-Fajr: 2). Allah tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang mulia dan agung.

Kemuliaan lain dari sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, Allah telah menyambungnya dengan sebaik-baik waktu yaitu waktu fajar di mana kehidupan muncul setelah kematian kecil, cahaya datang menutup kegelapan malam. Kemudian Allah menggandengkannya dengan bilangan genap dan ganjil yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk-Nya. Bilangan genapnya adalah Idul Qurban sedang bilangan ganjilnya adalah hari Arafah, di mana para tamu Allah mempelihatkan ketundukan mereka kepada keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemuliaan lain dari sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah pula bahwa Allah telah menyempurnakan Al-Islam di dalamnya. Kesempurnaan Islam ditegaskan pada haji wada’ yang ditandai dengan diturunkannya satu ayat yang paling dibenci sekaligus disenangi oleh Yahudi. Ayat di mana seorang pendeta Yahudi berkata kepada Umar bin Al-Khattab: “Ada satu ayat dalam Kitab kalian, seandainya ia turun kepada kami kaum Yahudi, niscaya kami akan menjadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya.” Ayat itu adalah,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا )“)

[المائدة: 3]

“Pada hari Ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Kuridhai Islam itu sebagai agama bagimu.” (Al-Maidah: 3)

Umar berkata,“Sesungguhnya aku mengetahui kapan dan di mana ayat itu diturunkan. Ayat itu diturunkan pada Hari Arafah bertepatan dengan hari Jum’at.” (HR. Bukhari)

Kemuliaannya yang lain, Allah telah menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya pada hari itu. Setiap jiwa merasakan ketentraman dengan berbagai macam ketaatan, baik perkataan, perbuatan maupun muamalah. Kesempurnaan nikmat ditandai dengan terbukanya hati para hamba untuk menerima Islam. Sehingga manusia masuk ke dalam Islam dengan berbondong-bondong. Setelah disempurnakannya nikmat, jumlah mereka bertambah lebih dari seratus ribu orang. Allah telah memenangkan Islam di atas semua agama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا [الفتح: 28]

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (Al-Fath: 84)

Kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Dzullhijjah, ia menjadi sebaik-baiknya hari di dunia secara mutlak. Baik dalam setiap detiknya, setiap jamnya, setiap harinya, dan setiap pekannya. Ia adalah hari-hari yang paling dicintai oleh Allah, dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah musim untuk meraih keuntungan yang melimpah. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Tidak ada hari yang amal shalih yang dikerjakan lebih dicintai oleh Allah di dalamnya dari pada hari ini”(maksudnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah) Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, begitu juga tidak dengan jihad di jalan Allah? Beliau bersabda, “Ya, meskipun itu jihad di jalan Allah, kecuali jika seseorang keluar untuk berjihad dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali.” (HR. Bukhari)

Kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Dzullhijjah pula ialah terdapat Hari Arafah, hari kesembilan di bulan Dzulhijjah. Hari Arafah penuh dengan keutamaan, limpahan pahala, dan pengampunan dosa. Hari di mana setiap hamba menampakkan ketauhidannya dengan banyak mengucapkan, “Laa ilaaha illallah.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ucapanku dan ucapan para Nabi sebelumku adalah laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan yang patut disembah melainkan Allah)” (HR. Malik dan Tirmidzi, dan dihasankan olehnya) Hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَيْرَ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada Hari Arafah.”

Pada Hari Arafah kaum Muslimin dari berbagai daerah berkumpul di satu tempat. Mereka menundukkan hati dan merendahkan diri mereka di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharap ampunan dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena keutamaan arafah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikannya sebagai syarat utama sahnya pelaksanaan ibadah haji. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Haji adalah wukuf di Padang Arafah.” (Hadits ini diriwayatkan oleh para imam dalam Kutub As-Sunan dari jalur Abdurrahman bin Ya’mar Adaili Radhiyallahu Anhu)

Puasa sunnah di hari arafah akan menghapus dosa-dosa selama dua tahun, satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

Di antara keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah yang lain terdapat hari qurban, yaitu hari kesepuluh di bulan Dzullhijjah. Ia adalah sebaik-baiknya hari. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, “Sebaik-baik hari adalah Hari Raya Qurban.” Pada hari itu mayoritas amalan haji dikerjakan, melempar jumrah, mencukur rambut kepala, menyembelih hewan qurban, tawaf, sa’i, shalat Idul Adha, menyembelih hewan qurban bagi orang yang tidak berhaji, berkumpulnya umat Islam di shalat Id dan ucapan selamat sesama mereka.

Masih banyak Keutamaan-keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzullhijjah. Karena itu tidaklah pantas seorang Muslim, menyia-nyiakannya. Sebaliknya, ia harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, saling berpacu melakukan kebaikan di dalamnya dan menyibukkan diri dengan amal shalih.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِـرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَـائِرِ الْـمُسْلِـمِـينَ مِنْ كُـلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِـرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِـيمُ


الحَمْدُ للهِ عَلى إحسَانِهِ ، والشُّكرُ لَهُ عَلَى تَوفِيقِهِ وامتِنَانِهِ ، وأشهدُ أنْ لا إلهَ إلا اللهُ وَحدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تعظِيماً لِشَأنِهِ ، وأشهدُ أنَّ مُحمَداً عبدُهُ ورسولُهُ الدَّاعِي إلى رضوانِهِ. اللهم فَصَلِّ وَسَلِّم علَىَ هَذَا النَّبِي الكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَن تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْم الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah Jum’at yang berbahagia ...

Amalan-amalan yang disyariatkan pada hari-hari itu adalah berdzikir dengan memperbanyak tasbih, tahlil, tahmid, membaca Al-Qur’an dan yang lainnya. Allah berfirman,

(لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ)

الحج:28))

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki, yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (Al-Hajj: 28)

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari yang paling mulia di sisi Allah dan paling dicintai karena Amalan di dalamnya dari pada sepuluh hari ini. Maka, perbanyaklah bacaan tahlil, takbir, dan tahmid.”

Majelis dzikir adalah majelis para malaikat, para rasul, majelis ampunan, majelis yang membawa pada kemikmatan surga, menguatkan iman, kebahagiaan, menumbuhkan kasih-sayang, dan ketenangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ) [النساء: 103]

“Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah.”(An-Nisaa’: 103) Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آَبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا (البقرة:۲٠٠)

“Apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu” (Al-Baqarah: 200)

Amalan lain yang dianjurkan pada hari itu adalah talbiyah (labbaik Allahumma labbaik), dan mendekatkan diri kepada Allah. Bagi yang tidak berhaji hendaknya mendekatkan diri kepada Allah dengan berpuasa pada Hari Arafah. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu Anhu berkata,

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَة

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang Hari Arafah, beliau bersabda, ”Puasa itu akan menghapus dosa-dosa pada tahun sebelumnya dan setelahnya.” (HR. Muslim,dengan lafazh dari Muslim)

Ibadah lain yang disunnahkan pada hari itu adalah memperbanyak shalat sunnah setelah shalat fardhu, terutama shalat rawatib sebelum atau setelah shalat fardhu. Empat rakaat sebelum zuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib. Dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.

Memperbanyak sedekah termasuk amalan yang diperintahkan di hari itu. Sedekah yang dikeluarkan di hari tersebut lebih baik dari sedekah yang dikeluarkan di bulan Ramadhan karena tingginya kebutuhan manusia pada sepuluh hari pertama terhadap nafkah dan bekal untuk meyambut ibadah haji, hari raya, dan hewan qurban atau yang semacamnya. Dengan sedekah, seseorang akan mendapatkan kebaikan dan pahala yang berlipat ganda. Allah akan menaungi mereka pada Hari Kiamat, membuka pintu-pintu kebaikan, menutup pintu-pintu keburukan, membukakan salah satu pintu surga. Allah akan mencintainya, begitu juga para makhluk-Nya, hati pelakunya menjadi penyayang dan lembut. Harta dan jiwanya akan suci. Dosanya akan terampuni dan terbebas dari penghambaan kepada harta. Allah juga akan menjaga harta, jiwa, dan anak-anaknya baik di dunia ataupun akhirat.

Memperbanyak puasa termasuk ibadah yang dianjurkan pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah. Disebutkan dalam Hadits shahih bahwa beliau berpuasa pada Hari Asyura, sembilan hari di bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.

Jika sepuluh hari pertama Dzullhijjah telah masuk, seorang Muslim, yang hendak berqurban disunnahkan tidak mencukur rambut atau bulu-bulu lainnya, sebagaimana diterangkan dalam sabda beliau, “Barangsiapa di antara kalian hendak berqurban dan telah masuk bulan Dzulhijjah, maka tidak halal baginya untuk mencukur rambut kepala, bulu, dan kukunya.”

Semoga Allah menerima dan membalas semua kebaikan kita. Menjadikan kita sebagai pengikutnya baik lahir maupun batin, mengumpulkan kita dengan kelompoknya, memberikan kita minuman dari telaga-Nya, serta mengumpulkan kita dalam surga yang penuh kenikmatan. Sesungguhnya Dia Dzat yang Maha Pemurah Lagi Maha Pemberi.

Ya Allah, berikanlah taufik-Mu kepada kami dalam menempuh jalan yang lurus, dalam perkataan maupun perbuatan kami. Sungguh, Tidak ada yang dapat memberikan taufik kecuali Engkau.

Ya Allah, jauhkanlah dari kami keburukan perkataan, perbuatan, hawa nafsu, dan penyakit. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menjauhkan semua keburukan itu kecuali Engkau.

Ya Allah, berilah kami petunjuk dan perbaikilah langkah kami.

فَاِعْلَمُوا أَنْ اللهَ أَمرَّكُمْ بأمر بَدَأَ فِيه بِنَفْسُه وَثَنَى بِمَلاَئِكَتِهُ الْمَسْبَحَةَ بِقُدُسِهُ وَثُلْثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ فَقَالَ عِزِّ مِنْ قَائِلِ (اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا )[الأحزاب: 56]

اللَّهُمُّ صِلِّ وَسَلْمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدَ وَعَلَى آله وَصحابَتَهُ وَمِنْ اِهْتَدَى بِهُديِهُ واستن بِسَنَتِهُ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ .ثَمَّ اللَّهُمُّ اُرْضُ عَنْ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ أَبِي بَكَرَ وَعَمَرَ وعثمان وَعَلَيِي وَعَلَى بَقِيَّةَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعَ التَّابِعِينَ وَعَلَينَا مَعَهُمْ بِرَحِمَتِكَ يا أَرحمَ الرَّحِمِينَ .

اللَّهُمُّ إنا نَسْأَلُكَ بِكُلَّ اِسْمَ هَوْلِكَ سَمَّيْتُ بِهِ نَفْسُكِ أَوَأَنْزَلَتْهُ فِي كُتَّابِكَ أَوْ عُلْمَتَهُ أَحَّدَا مِنْ خُلُقِكَ أواستأثرتبه فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكِ أَنْ تَجْعَلَ القرآن رَبِيعَ قُلُوبِنَا وَنُورَ صُدُورِنَا وجلاءَ أحزاننا وَذَهَابَ همومنا وَغُمُومَنَا

اللَّهُمُّ اِغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ والمؤمين وَالْمُؤَمَّنَاتِ الأحياء مِنْهُمْ والأموات .

اللَّهُمُّ أَعَزَّ الإسلام وَالْمُسَلَّمَيْنِ وَأُهِلُّكَ الْكَفَرَةَ والمشركين وَدَمَّرَ أَعَدَّاءَكَ أَعَدَّاءَ الدِّينِ

اللَّهُمُّ أَصلحَ لَنَا دَيِّنَنَا الَّذِي هوعصمة أَمرَّنَا ، وَأَصْلَحَ لَنَا دنياَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشَنَا وَأَصْلَحَ لَنَا آخرتنا الَّتِي إِلَيهَا مُعَادَنَا وَاِجْعَلْ اللَّهُمُّ حَيَّاتِنَا زِيادَةَ لَنَا فِي كُلَّ خَيِّرَ وَاِجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةَ لَنَا مِنْ كُلَّ شَرَّ

اللَّهُمُّ أَعَنَّا عَلَى ذَكَرِكَ وَشكرَكَ وَحَسَنَ عِبَادَتِكَ

اللَّهُمُّ إنا نَسْأَلُكَ الْهُدى وَاِلْتَقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنى وَحَسَنَ الْخَاتِمَةِ

اللَّهُمُّ اِغْفِرْ لَنَا واوالدينا وَاِرْحَمْهُمْ كَمَا رَبْوَنَا صغارَا

(رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا )[الفرقان: 74]

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ )[آل عمران: 8]

(رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ )[البقرة: 201]

عباد الله (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ )[النحل: 90]اِذَّكَرُوا اللَّه الْعَظِيمَ يَذَّكِرُكُمْ وَاِسْأَلُوهُ مِنْ فُضُلِهُ يُعْطَكُمْ وَلِذَكَرِ اللهُ أَكبرِ وَاللهَ يُعْلِمُ مَا تُصَنِّعُونَ