facebookgoogle plustwitteryoutube

1946

  • Mengapa ia dinamakan lailatul qadar?
  • Kedudukan dan Keutamaan Lailatul Qadar
  • Kapan Turunnya Lailatul Qadar?
  • Amalan-Amalan yang Dianjurkan Pada Lailatul Qadar
  • Tanda-Tanda Lailatul Qadar
  • Beberapa Hal Penting

  • Mengapa ia dinamakan lailatul qadar?

    1 - Sebagian ulama mengatakan, penamaan itu sebagai pengagungan terhadap malam lailatul qadar, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.” (Al-An’am: 91).

    Artinya, malam itu memiliki keagungan berupa diturunkannya Al-Qur’an, turunnya para malaikat Allah, serta malam yang dipenuhi oleh berkah, rahmat dan ampunan Allah.

    2 - Pendapat lain mengatakan bahwa makna al-qadar adalah tadyiq (mempersempit). Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” (Ath-Thalaq: 7).

    Artinya, turunnya malam lailatul qadar dirahasiakan oleh Allah dan tidak diinformasikan kepada manusia secara umum.

    3 - Pendapat ketiga mengatakan, makna al-qadar bahwa pada malam itu Allah menentukan semua ketetapannya yang akan terjadi selama setahun penuh. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad-Dukhan : 4). [Fathul Bari (4/255)]

    Kedudukan dan Keutamaan Lailatul Qadar

    1- Malam diturunkannya Al-Qur’an

    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an itu pada malam kemuliaan.” (Al-Qadar : 1).

    2- Malam yang lebih baik dari seribu bulan

    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan..” (Al-Qadar: 3).

    Maksudnya semua amalan yang dikerjakan oleh seseorang pada malam tersebut lebih utama dari amalan yang dikerjakan selama seribu bulan.

    3- Pada malam itu malaikat Jibril berserta malaikat lainnya turun ke bumi

    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ini Tuhannya untuk mengatur segala urusan.“ (Al-Qadar: 4).

    Disebutkan pula dari Abu Hirairah Radhiyallahu Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Malam lailatul qadar turun pada malam ke 27 atau malam ke 29, dan jumlah malaikat di bumi pada malam itu lebih banyak dari jumlah kerikil yang ada .” [HR. Ibnu Khuzaimah]

    4- Malam itu adalah malam keselamatan

    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Pada malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadar: 5).

    Maksudnya malam itu diliputi oleh kebaikan sejak awal malam sampai terbit fajar.

    5- Malam itu adalah malam yang diberkahi

    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada satu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. “ (Ad-Dukhan: 3). Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, “Maksudnya adalah malam lailatul qadar .”

    6- Pada malam itu diputuskan semua takdir selama setahun

    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.“ (Ad-Dukhan: 4).

    7- Barangsiapa yang mendirikan shalat dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [Muttafaq ‘Alaih]

    Kapan Turunnya Lailatul Qadar?

    Allah sengaja merahasiakan turunnya lailatul qadar agar setiap muslim bersungguh-sungguh menjalankan ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil yaitu malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29. Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda, “Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” [Muttafaq ‘Alaih] Para ulama juga telah menjelaskan bahwa turunnya lailatul qadar tersebut berpindah-pindah.

    Amalan-Amalan yang Dianjurkan Pada Lailatul Qadar

    1- I’tikaf (berdiam di masjid)

    pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan terutama pada malam lailatul qadar. Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata, “Rasulullah senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” [Muttafaq ‘Alaih]

    2- Mendirikan shalat dangan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [Muttafaq ‘Alaih]

    3- Berdoa.

    Dari Aisyah Radhiyallahu Anha ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapati lailatul qadar, apa yang harus aku lakukan? Beliau menjawab, “Perbanyaklah engkau mengucapkan “Allahumma Innaka ‘Afuwwun karim tuhibbul Afwa fa’fuanni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Pemberi, dan Engkau suka memaafkan, maafkanlah semua kesalahan-kesalahanku.” [HR. Tirmidzi]

    4- Membangunkan anggota keluarga untuk memaksimalkan ibadah.

    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika masuk sepuluh terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan ikatan sarungnya, menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya” [ HR. Bukhari]

    Tanda-Tanda Lailatul Qadar

    1- Cuaca Malam Itu Cerah dan Sejuk Tidak Panas dan Tidak Pula Dingin

    Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Aku pernah diperlihatkan lailatul qadar, lalu aku dilupakan, namun ia terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, cuaca pada malam itu sejuk [Thalqatun artinya cuaca sejuk], cerah [Baljatun artinya cerah], tidak panas dan tidak dingin.” [ HR. Ibnu Khuzaimah]

    2- Matahari Bersinar Terang di Pagi Hari

    Ketika Ubay bin Ka’ab ditanya tentang tanda-tanda lailatul qadar, beliau menjawab, “Sesuai dengan tanda-tanda yang disebutkan oleh Rasulullah kepada kami bahwa pada pagi harinya matahari terbit dengan terang namun tidak terik.” Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan, “ matahari terang berwarna putih namun tidak panas.” [HR. Tirmidzi]

    Beberapa Hal Penting

    1 - Sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah sunnah di malam-malam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan, karena malam-malam itu adalah malam-malam yang paling utama dalam setahun

    2 - Dilarang untuk menghabiskan waktu-waktu yang utama dengan aktifitas yang sia-sia, bermain, berbelanja, dan perjalanan yang tidak diperlukan